Beberapa hari terakhir, media sosial dihebohkan oleh pengakuan mengejutkan dari seorang influencer terkenal yang sebelumnya dikenal rajin mempromosikan situs judi online. Dalam video yang viral, ia menangis, meminta maaf, dan slot777 mengaku menyesal telah menyesatkan banyak orang—khususnya anak muda.
Namun, reaksi netizen pun terbelah. Ada yang tersentuh dan memberikan dukungan, tapi tak sedikit pula yang mencibir, “Ah, paling gimik doang!” atau “Nunggu endorse lain aja, terus balik lagi.”
Lalu, benarkah ini pertobatan tulus, atau sekadar strategi untuk mengembalikan citra dan followers?
1. Alasan Influencer Mengaku Bertobat
Dalam video permintaan maaf tersebut, sang influencer mengaku:
-
Merasa bersalah karena menerima uang dari sumber yang merugikan banyak orang.
-
Mendapat tekanan dari keluarga dan orang-orang terdekat.
-
Sadar akan dampak buruk kontennya setelah mendapat banyak laporan dari korban judi online.
Ia bahkan menyebut akan menghapus semua konten lama, berhenti menerima sponsor judi, dan berkomitmen mengedukasi tentang bahaya judi digital.
Namun, niat baik ini Influencer Judi Online Bertobat tetap disambut dengan curiga, karena kasus serupa sudah pernah terjadi sebelumnya.
2. Netizen Terbelah: Tulus atau Cuma Citra?
Respons warganet beragam dan sering kali emosional. Berikut dua kutub utama reaksinya:
Yang mendukung:
-
“Orang bisa berubah, kita harus kasih kesempatan.”
-
“Setidaknya dia sadar dan berani minta maaf.”
-
“Semoga benar-benar tobat, dan bantu edukasi sekarang.”
Yang skeptis:
-
“Giliran cuan dari judi udah abis, baru tobat.”
-
“Nanti kalau ada sponsor baru, balik lagi deh.”
-
“Biasa, konten ‘bertobat’ biar viral dan dapet simpati.”
Keraguan ini muncul karena banyak influencer yang sebelumnya bertobat, tapi kembali menerima promosi serupa setelah sorotan publik mereda.
3. Dari Pertobatan ke Tindakan Nyata
Psikolog media sosial menyatakan bahwa perubahan sikap di ruang publik memang sah-sah saja, namun pertobatan tidak cukup hanya dari ucapan. Harus ada tindakan konkret, seperti:
-
Menghapus konten lama yang berisi promosi judi.
-
Mengembalikan uang hasil promosi (jika memungkinkan).
-
Aktif mengedukasi publik tentang bahaya perjudian digital.
-
Menolak sponsor serupa ke depannya.
Jika hanya mengunggah video permintaan maaf tanpa langkah nyata, maka wajar jika publik meragukan ketulusan sang influencer.
Akhir Kata :
Pertobatan influencer yang dulu mempromosikan Influencer Influencer Judi Online Bertobat Bertobat memang patut diapresiasi, tapi juga perlu diuji dengan waktu dan aksi nyata. Netizen punya hak untuk skeptis, tapi juga berhak berharap perubahan positif bisa benar-benar terjadi.
Karena di era digital seperti sekarang, satu video bisa mempengaruhi jutaan orang. Dan jika bisa digunakan untuk menyebar dampak buruk, maka seharusnya bisa pula digunakan untuk memperbaiki.
Pertanyaannya sekarang: Apakah kamu percaya, atau tetap ragu? 🎭📱🛑
Baca juga : 5 Slot Joker123 dengan RTP Tertinggi untuk Menang Gacor